Tiga pemain pilar Arema Indonesia dipastikan
tidak bisa memperkuat tim saat tandang ke Myanmar melawan Ayeyawady
United FC dalam lanjutan AFC Cup di Grup H, Selasa (24/4) nanti. Dengan
tidak bisa diturunkannya tiga pilar tersebut, praktis kekuatan tim
berlambang kepala singa ini berkurang.
Ketiga pilar yang tak bisa
memperkuat tim itu Roman Chmelo dan Herman Romansyah dan Anggo
Julian. Menurut manajer media officer Arema Indonesia, Noor Ramadhan,
Roman Schmello dan Herman Romansyah mengalami cedera. Sedangkan Anggo
Julian harus menjalani hukuman kartu merah sejak Arema menjamu Kelantan
FC.
''Tiga pemain pilar itu memang harus absen.
Jadi, mereka tidak kami bawa ke Myanmar saat Arema melawan Ayeyawady
nanti,'' tutur Noor Ramadhan, Sabtu (21/4) yang diamini Team Manager Arema Indonesia, Brillyanes Sanawiri.
Dia
menjelaskan bahwa untuk mengganti posisi Roman Schmello dan Herman
Romansyah, pelatih Dejan Antonic hanya memiliki opsi menurunkan Jaya
Teguh Angga. Sebab, mantan striker Persema itu dinilai sudah pulih
dari cedera yang diderita.
Sedangkan opsi lainnya, dikatakan bisa
saja menurunkan Purwanto atau Eka Hera mengisi posisi Roman dn Herman
Romansyah itu. Sedangkan Anggo Julian, kata dia, pelatih dapat memilih
Saddam Tenang atau Hery Prasetyo. ''Pelatih nanti akan melihat siapa di
antara mereka yang paling siap. Maka dia itulah yang jadi pilihan,''
paparnya.
Menurut dia, tandang ke kandang Ayeyawady, Arema
Indonesia membawa 17 pemain. Jumlah pemain itu dikatakan memang tidak
sesuai batas maksimal, sebanyak 18 orang. Namun, itu dianggap tidak
masalah.
Yang jelas, tandas dia, dengan jumlah pemain
sebanyak itu diharapkan mampu membawa pulang poin maksimal. ''Tanpa tiga
pilar, memang berat. Tapi, kita akan berjuang keras, sehingga, peluang
Arema untuk lolos ke putaran kedua bisa terbuka lagi."
Sementara
itu Arema terus melakukan pembenahan tidak hanya di tim senior, namun
juga untuk tim junior, khusunya U-21. Untuk itu, manajemen tim berjuluk
Singo Edan ini mendatang dua pelatih asing khusus kiper.
Dua
pelatih asing yang didatang itu adalah Alex Ciric (pelatih kiper
berkebangsaan Austria) dan Nathan Maurice (pelatih kiper asal
Australia). ''Mereka memang didatangkan manajemen untuk pembentukan tim
yunior U-21 Arema Indonesia,'' jelas Noor Ramadhan kepada GOAL.com Indonesia, Sabtu (21/4).
Menurut
Noor Ramadhan, dua pelatih asing khusus kiper itu didatangkan demi
meningkatkan kualitas para pemain. Sebab, keputusan manajemen
mendatangkan dua lagi aktor tehnik tersebut dikatakan demi memperkaya
sentuhan professional pemain dalam mengembangkan kualitasnya.
Selain
itu, terang dia, guna menempatkan fundamen teknis pesepak bola di Arema
Junior ini secara benar. ''Bisa jadi rekrutmen tenaga asing di jajaran
pelatih ini, merupakan kali pertama yang dilakukan Arema.Tujuannya,
tentu sangat serius, demi mengembangkan Arema lebih profesional lagi,''
jelasnya.
Apalagi, tandas dia, kini Arema terus bergerak menuju
prestasi internasional. Yakni, berprestasi di level Asean dan Asia
sebagai impian terdekat. Untuk mewujudkan hal itu, menurut dia,
investor sudah melakukan langkah-langkah besar yang perlu disuport
seluruh elemen Arema Indonesia ini.
Dia menjelaskan bahwa
langkah-langkah besar itu seperti proyek-proyek prestisius --termasuk
mendatangkan dua pelatih kiper dari manca negara-- itu. Semua itu kata
dia demi mendukung Arema Indonesia go internasional. ''Proyek-proyek
tersebut sudah masuk dalam waiting list manajemen Arema Indonesia,''
katanya.
Kini, lanjut dia, tingggal bagaimana memaksimalkan
support untuk merealisasikan mimpi-mimpi itu. ''Mimpi yang idealnya
menjadi keinginan dan tanggung jawab bersama. Mimpi yang berada pada
titik tertinggi bernama kebanggaan Arek-arek Malang, kehormatan
Aremania.Jalan terjal dan belukar menanti di depan, tapi itu bukan
aral.Karena kami ingin selalu bangga menjadi Arek Malang!"
