PSSI resmi dan PSSI versi Komite Penyelamat
Sepak Bola Indonesia (KPSI) sama-sama dipanggil satuan tugas AFC ke
Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (24/4) nanti. Dua pertemuan yang sedianya
digelar di Indonesia tersebut guna membahas permasalah dualisme
kompetisi dan organisasi yang terjadi di Indonesia.
"Mereka batal
ke sini. Kami yang dindang ke ke Kuala Lumpur. Suratnya dikirimkan
kemarin," kata Sekjen PSSI, Tri Goetoro, kepada wartawan, di kantor
PSSI, Jumat (20/4) sore.
Sementara itu pertemuan dengan PSSI versi
KPSI akan digelar pada waktu berbeda. "Pihak sebelah juga diundang.
Kemarin, surat resmi saya sampaikan ke Djoko Driyono (Sekjen PSSI versi
KPSI) untuk menetukan siapa perwakilan mereka yang berangkat ke Kuala
lumpur. Mereka memberi konfirmasi bahwa Djoko dan Hinca Pandjaitan
sebagai perwakilan mereka. Semantara kami akan diwakilkan oleh saya
sendiri dan Farid Rahman (Wakil Ketua Umum PSSI)," tutur Tri.
Tri
menjelaskan, agenda pertemuan nanti akan membahas persoalan mengenai
dualisme kompetisi dan organisasi yang terjadi di sepak bola Tanah Air.
Namun Tri belum memastikan apakah pertemuan nanti juga akan
memverifikasi dokumen. "Saya belum tahu agenda pertemuan tersebut.
Tetapi kami akan mempersiapkan dokumen-dokumen," kata Tri.
Tri berharap pertemuan nanti menghasilkan solusi karena persoalan yang terjadi di sepak bola tanah air telah sangat meletihkan.
"Mungkin ada pertemuan lagi. Namun,
syukur-syukur cepat selesai. Capek kita. Kalau besok selesai,
alhamdullilah. Kami berharap pertemuan nanti ada jalan keluarnya," kata
Tri.
Tri yakin satuan tugas AFC bebas dari kepentingan. "Kita tidak ada keraguan terkait hal tersebut," katanya.
