Pelatih Sriwijaya FC Widodo Cahyono Putro menilai performa tim besutannya mengalami antiklimaks, sehingga menelan kekalahan 2-1 dari tuan rumah Persegres Gresik United, Minggu (12/6) malam WIB.
Sriwijaya FC sempat unggul lebih dulu melalui gol Hilton Moreira di babak pertama. Namun Gresik United bangkit untuk membalikkan keadaan di paruh kedua. Ini menjadi kekalahan pertama Sriwijaya FC.
“Pertandingan ini cukup menguras tenaga dan emosi. Tidak hanya para pemain, tapi juga saya sebagai pelatih. Kami yang sudah sempat unggul di babak pertama, harus menerima kekalahan di akhir pertandingan. Inilah sepakbola,” ucap Widodo.
“Dalam sepakbola itu pasti ada antiklimaks. Saya lihat, antiklimaks Sriwijaya muncul di pertandingan ini. Jelas ini pelajaran berharga bagi kami, dan saya jelas akan lakukan evaluasi demi hasil bagus di laga selanjutnya.”
“Saya sudah sempat ingatkan para pemain di ruang ganti agar jangan sampai lengah di awal serta akhir babak, baik babak pertama maupun kedua. Karena, momentum tersebut sering dimanfaatkan lawan. Dan benar, ini terulang dalam pertandingan kali ini. Selamat buat Persegres yang mampu memanfaatkan momentum itu.”
Di laga ini, Widodo juga membuat keputusan di luar kebiasaan dengan membangkucadangkan Yu Hyun Koo. Widodo pun mengungkapkan alasannya memarkir Yu.
“Saya memang sengaja menyimpan dia. Selain untuk menghindari sanksi akumulasi kartu, saya juga ingin lakukan rotasi pemain. Sebelum pertandingan dia sempat dilanda kram hebat. Tapi saya tidak mau beralasan, karena Persegres memang bermain lebih baik, dan layak meraih kemenangan,” paparnya.
Sriwijaya FC sempat unggul lebih dulu melalui gol Hilton Moreira di babak pertama. Namun Gresik United bangkit untuk membalikkan keadaan di paruh kedua. Ini menjadi kekalahan pertama Sriwijaya FC.
“Pertandingan ini cukup menguras tenaga dan emosi. Tidak hanya para pemain, tapi juga saya sebagai pelatih. Kami yang sudah sempat unggul di babak pertama, harus menerima kekalahan di akhir pertandingan. Inilah sepakbola,” ucap Widodo.
“Dalam sepakbola itu pasti ada antiklimaks. Saya lihat, antiklimaks Sriwijaya muncul di pertandingan ini. Jelas ini pelajaran berharga bagi kami, dan saya jelas akan lakukan evaluasi demi hasil bagus di laga selanjutnya.”
“Saya sudah sempat ingatkan para pemain di ruang ganti agar jangan sampai lengah di awal serta akhir babak, baik babak pertama maupun kedua. Karena, momentum tersebut sering dimanfaatkan lawan. Dan benar, ini terulang dalam pertandingan kali ini. Selamat buat Persegres yang mampu memanfaatkan momentum itu.”
Di laga ini, Widodo juga membuat keputusan di luar kebiasaan dengan membangkucadangkan Yu Hyun Koo. Widodo pun mengungkapkan alasannya memarkir Yu.
“Saya memang sengaja menyimpan dia. Selain untuk menghindari sanksi akumulasi kartu, saya juga ingin lakukan rotasi pemain. Sebelum pertandingan dia sempat dilanda kram hebat. Tapi saya tidak mau beralasan, karena Persegres memang bermain lebih baik, dan layak meraih kemenangan,” paparnya.
