Berbeda dengan istilahnya, masuk angin
sebenarnya bukan angin yang masuk ke tubuh, tetapi pembuluh darah di
kulit menyempit. Penyempitan ini dapat disebabkan terpaparnya kulit pada
udara atau angin dingin sehingga kulit bereaksi dengan mempersempit
pembuluh darah. Jadi bukan angin yang masuk, tapi pembuluh darah
kedinginan. Penyebab lain yang umum dari penyempitan ini adalah kurang
gerak. Dinding pembuluh darah menjadi kurang keluwesan.
Dengan
menyempitnya pembuluh darah, otot menjadi kekurangan pasokan oksigen
sehingga mengalami nyeri otot (mialga) atau pegal-pegal. Mekanisme
kekebalan tubuh juga menurun akibat penyempitan pembuluh darah kulit
sehingga rentan serangan virus.
Kerokan
berfungsi memperlebar pembuluh darah kulit, terutama daerah punggung
yang pembuluh darah kulitnya paling panjang dan menyebar ke mana-mana.
Ketika dikerok, muka pembuluh darah kapiler di permukaan kulit pecah dan
memaksa pembuluh darah di sekujurnya melebar. Pelebaran yang ditandai
pembesaran diameter vaskuler ini juga disertai dengan migrasi sel darah
putih, agen kekebalan tubuh yang tertipu karena mengira tubuh luka. Sel
darah fungsi berfungsi menyerang virus dan bakteri yang mungkin ada
sehingga bila memang ada di sepanjang jalan, para penyerang ini dapat
dibasmi.
Pecahnya wajah pembuluh darah
di permukaan kulit selain melebarkan bagian bawah pembuluh juga
memaparkan bagian terdalam lapisan pembuluhnya (jaringan endotel) pada
tekanan kerokan. Tubuh bereaksi dengan mengeluarkan propiomelanokortin
(POMC). Polipeptida ini dipecah oleh tubuh dan menghasilkan perubahan
para mediator pendarahan seperti beta endorfin, PGE2, C3, IL-1 beta dan
Clq. IL-1 beta, Clq dan Beta endorfin meningkat sementara C3 dan PGE2
menurun.
Komponen beta endorfin lah
yang membuat tubuh merasa nyaman dan berefek candu. Orang bisa kecanduan
kerokan dan ini tidak baik untuk kesehatan. Dampaknya kerokan berkala
dapat menjadikan kulit iritasi dan pembuluh darah halus mudah pecah.
Menurunnya
komponen PGE2 menaikkan kepekaan nosiseptor sentra sensitisasi.
Meningkatnya kepekaan ini menyebabkan rasa nyeri saat dikerok. Di sisi
lain, peningkatan IL-1 beta dan Clq disertai penurunan C3 bersama-sama
memunculkan rasa segar, nyaman dan eforia.
Kerokan juga memicu reaksi kardiovaskuler. Suhu tubuh naik sedikit sekitar 0,5 hingga 2 derajat Celsius.
