Emile Heskey mengatakan gelandang timnas Inggris Dele Alli adalah seorang pemain yang unik yang seharusnya tidak dibandingkan dengan para mantan bintang timnas Inggris lainnya.
Gelandang yang baru berusia 20 tahun itu telah menikmati musim yang luar biasa di Tottenham dan mungkin akan bermain di Euro 2016, meskipun baru memainkan debutnya di timnas senior pada Oktober 2015.
Alli telah dibanding-bandingkan dengan para legendaris the Three Lions seperti Bryan Robson dan Paul Gascoigne, tapi Heskey mengatakan sang pemain memiliki keunikannya sendiri.
“Saya pikir dia benar-benar berbeda. Saya tidak ingin membandingkannya dengan Gazza (Gascoigne). Dia memiliki kualitasnya sendiri dan seorang pemain yang fantastis. Dia pencetak gol. Dia menyerang dari lini tengah,” kata Heskey.
“Seseorang yang memaksa bola melewati para pemain dan dapat memulai permainan. Dia pemain seperti itu.
“Dia dapat bermain di banyak posisi yang berbeda. Anda dapat memainkan dia lebih ke tengah sedikit dibanding jadi sayap, anda dapat memainkan dia dengan peran nomor 10 atau hanya memainkan dia dalam formasi tiga gelandang, tapi dengan gaya menyerang.”
Gelandang yang baru berusia 20 tahun itu telah menikmati musim yang luar biasa di Tottenham dan mungkin akan bermain di Euro 2016, meskipun baru memainkan debutnya di timnas senior pada Oktober 2015.
Alli telah dibanding-bandingkan dengan para legendaris the Three Lions seperti Bryan Robson dan Paul Gascoigne, tapi Heskey mengatakan sang pemain memiliki keunikannya sendiri.
“Saya pikir dia benar-benar berbeda. Saya tidak ingin membandingkannya dengan Gazza (Gascoigne). Dia memiliki kualitasnya sendiri dan seorang pemain yang fantastis. Dia pencetak gol. Dia menyerang dari lini tengah,” kata Heskey.
“Seseorang yang memaksa bola melewati para pemain dan dapat memulai permainan. Dia pemain seperti itu.
“Dia dapat bermain di banyak posisi yang berbeda. Anda dapat memainkan dia lebih ke tengah sedikit dibanding jadi sayap, anda dapat memainkan dia dengan peran nomor 10 atau hanya memainkan dia dalam formasi tiga gelandang, tapi dengan gaya menyerang.”
