Menurut pandangan Manuel Sanchis, racikan
Jupp Heynckes di Bayern Muenchen identik dengan polesan sang pelatih
ketika menukangi Real Madrid pada musim 1997/98 yang berujung raihan
trofi Liga Champions.
Sebelum kedatangan Heynckes, Los Blancos sempat mengalami paceklik
gelar di panggung terwahid antarklub Eropa selama lebih dari tiga
dekade. Kendati demikian, kegagalan di pentas domestik membuat manajemen
kubu Santiago Bernabeu tetap mendepaknya.
The Bavarians sendiri baru saja mengalahkan Madrid 2-1 pada leg I
semi-final UCL musim ini, Selasa pekan lalu, dan akan kembali bersua
pasukan Jose Mourinho di Santiago Bernabeu pada duel kedua, Rabu (25/4)
malam.
“Ada beberapa pelatih tertentu yang bersandar pada struktur defensif
yang kuat, ada pula yang membiarkan tim mereka menyerang, memaksimalkan
kualitas para penyerang mereka. Saya pikir Heynckes adalah seseorang
yang menciptakan keseimbangan antara pertahanan dan penyerangan,” ucap
Sanchis, legenda Madrid yang sempat merasakan arahan Heynckes pada
‘97/98, kepada situs resmi UEFA.
“Dia mampu menciptakan tim yang sangat seimbang, dan hasilnya,
tim-tim yang dilatihnya pun menjadi kuat. Heynckes memberikan penekanan
besar pada keseimbangan kinerja pertahanan dan penyerangan dalam
latihan.”
“Dia membangun tim solid dengan kemampuan untuk menutup rapat
permainan, atau membukanya saat diperlukan. Ketika tim-tim tak seimbang,
berarti mereka gagal menguasai kualitas ini. Dia membawa kualitas
kepada tim Madrid ’98 dan saya melihat bahwa tim Bayern saat ini
beroperasi dengan cara serupa,” tandas Sanchis.
