Manajemen Nunggak Gaji Wolfgang Pikal

Wolfgang Pikal - Arema ISL (GOAL.com/Ongisnade)
  
Kabar tak sedap kembali menerpa Arema ISL. Jika sebelumnya dikabarkan gaji pemain belum dibayarkan, kali ini manajemen masih menunggak gaji mantan pelatih Arema ISL, Wolfgang Pikal.

Wolfgang Pikal yang dipecat sejak 5 Januari 2012 dianggap tak mampu mengangkat performa tim sehingga harus terbenam di papan bawan. Posisinya sendiri digantikan Joko Susilo sampai saat ini. Meski telah dipecat, namun ternyata hak mantan asisten pelatih timnas itu belum dibayarkan sepenuhnya oleh manajemen Arema ISL.

Pikal yang menghubungi sendiri wartawan ini mengaku sampai sekarang hanya mendapatkan janji kosong dari manajemen Arema ISL, yaitu Rudi Widodo (dirut) dan Sunavip Ra Indrata (manajer). “Ini sudah lebih dari 3 bulan dan sampai sekarang manajemen Arema ISL belum bayar hutang untuk gaji saya,” ungkapnya, Senin (16/4).

Mantan asisten Alfred Riedl ini kemudian mempertanyakan sisi profesionalitas manajemen karena sampai sekarang masih terus memberikan janji untuk sisa gajinya yang belum dibayarkan. “Apakah ini profesional dari pak Rudi dan pak Indra, sekarang kan katanya ada sponsor baru ditambah 9 pemain baru, jadi saya harap mereka segera bayar secepatnya sisa gaji saya karena akan saya gunakan untuk umrah,” tegas Pikal yang sudah menjadi mualaf ini.

Sementara itu, dari sumber ONGISNADE menyebutkan nilai kontrak Wolfgang Pikal selama semusim adalah 550 juta namun yang masih dibayarkan adalah 300 juta terdiri dari 150 juta uang muka kontrak dan 150 juta uang pesangon pemecatan. Dengan nilai tersebut, manajemen masih menunggak 200 juta pada Pikal.

Menanggapi hal tersebut, media officer Arema ISL Sudarmaji mengungkapkan pihaknya mengucapkan terima kasih dengan dedikasi yang telah diberikan Wolfgang Pikal kepada Arema di awal musim lalu. “Kami juga menghargai apa pun yang telah diberikan bapak Haji Pikal kepada Arema,” ungkapnya.

Mantan wartawan ini mengakui jika Arema saat ini berada dalam kondisi terpuruk, namun pihaknya tetap berkomitmen untuk melakukan langkah bijaksana agar bisa memenuhi keinginan Wolfgang Pikal. “Kami juga mengharapkan ada konteks obyektif untuk menyelesaikannya, sebab manajemen Arema juga telah menyelesaikan separuh lebih kewajiban kepada Pikal. Kami yakin beliau bisa memahami kondisi tersebut,” tutur Sudarmaji.
Share on Google Plus