Konflik di tubuh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin meruncing.
Dua kubu yang ada dalam salah satu pengprov tersebut, saling mengklaim sebagai kepengurusan yang sah.
Seperti
yang diketahui, Djohar Arifin Husein telah membekukan ketua pengprov
PSSI Sultra, Sabaruddin Labamba dan memberi mandat kepada Haspian
Hafiluddin untuk segera menggelar musyawarah daerah luas biasa
(Musdalub).
"Penerima mandat segera menggelar Musdalub
untuk memilih kepengurusan baru pasca pembekuan PSSI Sultra di bawah
pimpinan Sabaruddin Labamba," kata panitia Musdalub Elvis Basri Uno.
"Atlet
dan pelatih sebagai potensi pembangunan sepak bola di Indonesia harus
diberi kepastian tentang siapa pimpinan organisasi yang sah."
Namun,
PSSI Sultra kubu Sabaruddin Labamba menilai Musdalub PSSI berstatus
ilegal karena posisi Djohar Arifin sudah tidak berwenang lagi.
"Penyelenggara
Musdalub PSSI Sultra adalah oknum yang tidak berwenang sehingga apa pun
produk dari musyawarah tersebut adalah menyimpang dari konstitusi
PSSI," kata Ketua PSSI Sultra Sabaruddin Labamba.
"Teman-teman
yang saya yakini sebagai pecinta sepak bola harus memahami persoalan
mendasar dari organisasi agar tidak terjebak dalam opini orang per
orang."
